Home » » Menikmati Es Krim Dianggap Pelecehan Seks

Menikmati Es Krim Dianggap Pelecehan Seks

Apakah Anda penggemar es krim Awas, berhati-hatilah jika Anda kebetulan mampir ke negeri Finlandia. Karena jika Anda tak hati-hati bisa terjerat sangkaan pelecehan seksual. Waduh... apa hubungannya es krim dengan pelecehan seksual 


Media Dailymail memberitakan, Sabtu (8/10) bahwa sekelompok pengacara menyerukan hukum pelecehan seksual baru untuk menyertakan perempuan yang makan atau menikmati es krim atau es loli terlalu provokatif di depan umum. Menurut tulisan tersebut, seorang wanita yang disebut secara sugestif menjilati sebuah es krim bisa menghadapi kasus pelecehan seks. 

Pengacara di  Finlandia bahkan telah merilis sebuah video yang menunjukkan seorang pekerja kantor wanita muda mengisap sebuah es Lolly es yang disebut dengan cara yang sangat sugestif. Dalam video tersebut rekan-rekan pria berpaling canggung saat dia tengah menjilati es krim. 

Asosiasi Pengacara Finlandia, yang mewakili ribuan ahli hukum di negara itu, mengatakan pada situs webnya, "Kami telah merilis video ini untuk meningkatkan masalah yang sangat sulit. Pelecehan seksual di tempat kerja dapat menargetkan siapa pun, pria atau wanita.
Namun, beberapa orang menilai rekaman video tersebut sulit untuk menunjukkan di mana garis batas perempuan atau laki-laki dapat bersalah karena pelecehan seksual. Seorang ahli hukum Uni Eropa mengatakan kepada surat kabar Prancis, Perancis-Soir, "Di sebagian besar di Negara Eropa, hukum mengatakan bahwa setiap gerakan yang ditujukan untuk mengintimidasi secara seksual kepada orang lain adalah tindak pidana."
Sobat baru saja membaca artikel yang berkategori Berita dengan judul Menikmati Es Krim Dianggap Pelecehan Seks. Jika sobat rasa artikel ini menarik silakan di share dengan meninggalkan URL http://lintasberita11.blogspot.com/2011/10/menikmati-es-krim-dianggap-pelecehan.html. Terima kasih atas kunjungannya!
Share this article :

0 komentar:

Spoiler Untuk lihat komentar yang masuk:

Poskan Komentar

 
Copyright © 2012. Lintas Berita . All Rights Reserved.
Template | Support | Pin Bot | Octa